Klinik Hati Prof Ali Sulaiman Klinik Hati Office

GASTROENTEROLOGY | GASTROINTESTINAL ENDOSCOPY | HEPATOLOGY

    Home       About Us     Contact Us     layanan_klinik_hati    Fasilitas Klinik Hati    Jadwal Praktek Dokter   Registrasi Pasien  |   Kegiatan Klinik Hati
Welcome © to the center of liver clinic Prof. Ali Sulaiman ©
 

Hepatitis Virus A dan B  Selayang Pandang

 

Oleh Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Ph.D, SpPD, KGEH.

Divisi Hepatologi, Dept. I Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran  

UNIVERSITAS INDONESIA

 

21 Juli-2010  (Red. Klinik Hati)  

Hal. 2

Penatalaksanaan Hepatitis Virus Akut.

Sebenarnya hepatitis Virus A akut tidak perlu perawatan, terutama pada penderita usia dewasa muda, kecuali kalau keluarga karena takutnya memaksa para dokter untuk minta dirawat. Sebaiknya jangan menolak keinginan keluarga. Sebaliknya hepatitis virus A akut pada usia yang dewasa yang lebih tua misalnya usia 40 tahun lebih, keluhan dan gejalanya bisa lebih berat, sebaiknya para dokter harus lebih waspada dan hati-hati. Jangan sekali-kali mengatakan “ah tidak apa-apa, tidak usah kuatir” dll , karena pernah terjadi dokter mengatakan kata-kata demikian  dan ternyata penderita terserang penyakit hepatitis akut fulminan yang sangat sering bersifat fatal;.

 

           Diagnosis pasti HAA ditegakkan jika pemeriksaan IgM-anti HAV positip. Jika tidak ada fasilitas ini, maka seringkali gambaran laboratorium awal bisa dipakai prediksi kuat bahwa  pasien menderita hepatitis A akut, yaitu angka transamianse Alt dan Ast yang meningkat sangat tinggi, mencapai angka ribuan dan nilai Alt jauh lebih tinggi dari nilai Ast. Hepatitis virus akut jarang disertai gejala sakit perut yang hebat (kolik), karenanya jika timbulnya warna kuning dimata dan kulit disertai serang sakit kolik, maka harus dipikirkan  kemungkinan kolesistitis/kolelitiasis. Biasanya nilai gama GT akan tinggi sekali dan jauh lebih tinggi dari Alt yang sering ikut meninggi. Untuk mendiagnosis lebih mudah dan pasti pemeriksaan ultrasonografi akan menemukan batu empedu dengan segera.

          

         Bagaimana menatalaksana penyakit hepatitis virus A akut?. Hepatitis virus A akut yang klasik yang merupakan  bagian besar dari kasus  umumnya akan menyembuh  dengan sempurna tanpa keluhan atau gejala sisa. Pengobatan bersifat simtomatis. Pada fase preikterik penyakit (sebelum terlihat warna kuning baik di air seni  mata atau kulit), dapat diberikan panadol jika ada keluhan demam dan mengganggu. Tidak jarang penderita mengeluh sangat lesu  dan disertai mual dan sampai muntah, maka sebaiknya diberikan  obat anti-mual atau anti-muntah dapat diberikan. Jika penderita dirawat dapat diberikan infus cairan atau makanan. Keluhan  biasanya mereda dan penderita merasa baik dan bisa mulai makan dalam waktu yang singkat, namun justru gejala kuning dimata dan  kulit menjadi nyata. Nilai Alt (SGPT) dan Ast (SGOT) yang biasanya sangat tingggi pada awal-awal penyakit dan sering mencapai ribuan, dengan cepat menurun pada akhir minggu pertama; sebaliknya nilai bilirubin direk justru mulai meningkat.

 

          Yang sering merisaukan penderita adalah rasa gatal mulai timbul dan makin meningkatnya kuning. Seringkali dokter harus memberi antihistamin, kadang-kadang  cholestyramine. Kalau kuning sangat tinggi misalnya sampai diatas 15 mg%, maka kepada penderita dapat diberikan kortikosteroid. Dewasa ini sudah terbiasa para dokter memberikan obat-obat yang tergolong hepatoprotektor yang dapat membantu menurunkan kadar Alt dan Ast. Kadar bilirubin yang tinggi (kolestasis) sering harus dibedakan dengan kemungkinan adanya sumbatan dan kadang-kadang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menurunkannya. Biasanya bilirubin akan segera menurun setelah mencapai  nilai puncaknya. Rata-rata nilai bilirubin yang meninggi akan kembali mencapai nilai normal sekitar 1 bulan. Terlalu cepat kembali kekegiatan rutin sering mengakibatkan nilai angka laborotrium (Alt dan bilirubin ) meningkat kemabli. 

 

Hepatitis Virus B Akut

          Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan hepatitis virus B akut atau hepatitis B kronik.  Hepatitis virus B akut jarang terdiagnosa, karena keluhan dan gejalanya yang kurang nyata, sehingga luput dari pengawasan dan tidak terdeteksi atau terdiagnosa. Kalaupun ada keluhan atau gejala, sering bersifat hanya ringan saja, dan kejadian hepatitis B akut yang asimtomatik bisa mencapai  lebih dari 70%. Sebanyak 30 % HAA dapat disertai keluhan dan gejala, yang biasanya berupa  kehilangan nafsu makan, mual, dan rasa tidak enak disakit perut diatas daerah hati. Warna kuning  di kulit  dan mata bisa terlihat. Biasanya. Seseorang diduga menderita hepatitis B akut jika ybs diketahui tercemar oleh kemungkinan VHB misalnya seorang perwat tertusuk jarum yang mungkin mengandung VHB, seorang pegawai laboratorium terhisap serum yang positip HBsAg dan kemudian dalam perjalanannya mereka memperlihatkan keluhan dan gejala  hepatitis virus. Periode dari saat diduga tercemar sampai saat timbul keluhan dan gejala rata-rata mengambil waktu 90 hari, dengan masa inkubasi tersingkat 1,5 bulan dan terlama 6 bulan. Pada umumnya  keluhan dan gejala dirasakan ringan sampai sedang, namun seringkali menghilang dengan sendirinya tergantung daya tahan tubuh orang tersebut. Namun bisa terjadi pada penderita lainnya keadaan gagal hati (fulminant hepatic failure).

 

         Apabila seorang penderita hepatitis akut dan kemudian ybs tidak menyembuh, dimana ternyata virusnya tidak bisa menghilang dari dalam tubuhnya, maka ia akan masuk kedalam keadaan kronik atau menahun. Apakah seseorang yang terkena hepatitis akut bisa berkembang menjadi menahun atau menyembuh sempurna, sangat tergantung pada umur saat ia terkena infeksi. Misalnya infeksi hepatitis B terjadi pada masa bayi dimana infeksi berlangsung saat persalinan dari seorang ibu yang menderita infeksi HBV kepada bayinya, maka sekitar 90% bayi lebih yang terinfeksi akan berkembang menjadi menahun dan terjangkit hepatitis kronik sampai dewasa. Jika infeksi ini tidak dicegah dengan cara vaksinasi pada saat 2X 24 jam setelah lahir maka infeksi bisa terjadi. Oleh karena itu imunisasi bayi dengan  jalan menyuntik bayi segera sesudah lahir menjadi suatu keharusan dan Insya Allah dapat mencegah kejadian infeksi hepatitis B pada bayi-bayi yang baru lahir tersebut.

 

         Apabila infeksi hepatitis B terjadi pada bayi usia lebih lanjut sampai usia anak-anak balita, maka infeksi menahun hanya terjadi pada 20-30% saja jauh lebih kecil kejadian kroniknya. Lebih-lebih jika infekasi  hepatitis B nya terjadi pada anak-anak muda atau dewasa, maka kejadian hepatitis menahun hanya terjadi pada 5-10% kasus saja. Jadi betapa arti penting upaya imunisasi bayi-bayi segera setelah persalinan. Kita sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah mencanangkan vaksinasi hepatitis B secara bagi bayi-bayi yang baru lahir sampai umur satu tahun.

 

Keluhan dan Gejala.

Umumnya keluhan dan gejala hepatitis akut B sama dengan keluhan dan gejala hepatitis virus akut yang lainnya. Dimulai dengan tidak nafsu makan, mual, muntah. Walaupun umumnya keluhan dan gejala tidak terlalu berat namun pada beberpa kasus bisa berat dan memerlukan perawatan. Kuning (ikterus) biasanya merupakan gejala yang paling mudah dikenali,namun hanya ditemukan pada 30% kasus hepatitis B akut. Mayoritas kasus dengan hepatitis B akut justru tidak mengalami penguningan pada mata dan kulit. Pada kenyataannya penderita dengan hepatitis akut sering tidak menyadari bahwa dirinya sakit dan keluhan dan gejala akan menghilang dalam waktu 1-3 bulan. Yang sering dirasakan adalah perasaan  cepat cape yang bisa dirasakan untuk waktu yang lama..

 

Diagnosis.

Diagnosis pasti ditegakkan jika pada pemeriksaan darah ditemukan HBsAg dan IgM-antiHBc positip. Sistem imun tubuh terhadap virus biasanya sangat efeektif, karena pada umumnya orang dewasa yang terinfeksi virus umumnya dapat menyembuh dan mengatasi infeksinya.  Namun demikian sejumlah penderita tidak bisa menghilangkan virus HB dari dalam tubuhnya dan mereka berkembang menjadi hepatitis B kronik.

 

Pengobatan.

Sekitar 95% penderita hepatitis B akut dewasa akan menyembuh dari penyakitnya dengan sendirinya, karenanya tidak diperlukan pengobatan khusus. Kadang-kadang Hepatitis B Akut disertai dengan keluhan dan gejala, apabial hal ini terjadi maka penatalaksanaannya sama sepeti pada penderita dengan hepatitis A akut yaitu teruatama bersifat simtomatik.

 

Penularan.

Virus hepatitis B dapat dengan mudah ditularkan melalui cairan tubuh yang berkontak dengan darah atau membrana mukosa Cairan tubuh yang bersifat infeksius adalah darah, air liur, semen, dan sekret vagina.Virus bisa pula ditularkan melalui kontak seksual, kontak yang sangat erat, penggunaan jarum suntik bersama dengan pengidap, liwat persalinan dari ibu pengidap ke-bayi-nya sewaktu proses persalinan, disebut sebagai transmisi perinatal. Sekarang telah menjadi tindakan rutin pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi-bayi yang baru lahir.

Pencegahan.

          Infeksi HBV dapat dicegah dengan imunisasi.Vaksinasi  bersifat aman dan tidak terlalu mahal. Sediktnya telah terdapat 4 vaksin hepatitis B di Indonesia. Sekarang telah menjadi tindakan rutin pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi-bayi yang baru lahir Orang-orang tertentu mempunyai risiko tinggi untuk tertular infeksi HBV (kelompok risiko tinggi), karenanya perlu mendapatkan vaksinasi segera. Mereka adalah pekerja kesehatan, pengguna obat suntik, para tahanan di penjara dan orang-orang yang sering ganti partner seksualnya. Anak-anak muda dibawah usia 18 tahun juga seyogyanya menerima vaksinasi.

 

Hepatitis Virus B Kronik.

Didunia lebih dari 2 milyar orang, atau  1/3 penduduk dunia telah pernah terinfeksi  oleh VHB. Sedangkan hepatitis B kronik saat ini menyerang sekitar 400 juta  penduduk didunia. Walaupun vaksin hepatitis B telah ditemukan sejak lebih 2 dekade dan vaksinasi masal telah dicanangkan pada lebih dari 100 negara didunia, namun infeksi VHB masih tetap merupakan problem kesehatan dunia yang sangat besar. Diperkirakan 500.000 orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang disebabkan oleh VHB, terutama karena sirosis hati dan atau karsinoma hepatoseluler (kanker hati).

 

Apakah Keluhan dan Gejala Hepatitis B Kronik?

Keluhan dan gejala hepatitis B kronik bervariasi tergantung berat ringannya kerusakan hatinya. Keluhan dan gejala bisa dari yang sangat ringan atau seringkali tidak ada sampai kepada yang berat. Pada umumnya justru  kebanyakan penderita hepatitis B kronik tidak mempunyai keluhan dan gejala selama awal-awal terinfeksi atau bahkan sampai belasan tahun. Mereka terdiagnosis secara kebetulan saja ketika mereka mengadakan check up untuk berbagai keperluan, seperti untuk kenjadi pegawai negeri, pegawai perusahaan atau untuk masuk pendidikan polisi, ABRI dll. Mereka sangat terkejut ketika diberitahu bahwa mereka mengidap hepatitis B, karena mereka yakin selama ini sehat selalu dan tidak mengeluh keluhan apapun. Keadaan seperti ini merupakan problem sosial, karena syarat untuk  lulus test kesehatan untuk melamar pekerjaan apapun para calon pegawai tersebut harus bebas dari adanya HBsAg didalam darahnya, padahal jelas itu tidak mungkin terjadi dalam waktu yang dekat dan siapapun tidak bisa menduga kapan akan hilangnya HBsAg dari dalam darahnya, termasuk para dokternya. Keadaan tersebut menjadikan suatu stress dan tekanan psikologik, tidak saja terutama untuk yang bersangkutan, namun juga untuk kedua orang tuanya, suami atau isteri dan keluarga. Padahal sebenarnya para pengidap tadi umumnya mereka bisa bekerja penuh, dan seringkali juga tidak menularkan.

 

Bagaimana Hepatitis B Didiagnosa?

            Diagnosis hepatitis hanya dapat ditegakkan dengan test darah khusus yang dikenal sebagai petanda hepatitis atau serologi hepatitis. Petanda serologi hepatitis dalam darah dapat memastikan dan membedakan bahwa seseorang sedang terkena infeksi akut atau menahun dengan mengadakan pemeriksaan darahnya. Virus HBV mempunyai 3 antigen: yaitu antigen surface (HBsAg ), antigen inti (HBcAg) dan antigen e (HBeAg).

 

Hal. 3 >>

 

 

Google


Web Search Site Search

  Copyright ©2009 |   Yayasan Klinik Hati Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Ph.D FACG   |   All Rights Reserved