Welcome to liver clinic Prof. Ali Sulaiman
 

          Dokter Masa Depan   

 Dokter Bintang Toejoeh, Dokter Masa Depan

Hal: 2

  

Memasuki abad ke 21 ternyata pelayanan kesehatan masih berjalan kurang baik. Kesenjangan masih terlihat sangat mencolok serta ketidakadilan masih berlangsung terus. Jurang yang semakin melebar diantara golongan mampu dan yang miskin. Memasuki abad ke 21 ternyata pelayanan kesehatan masih berjalan kurang baik. Kesenjangan masih terlihat sangat mencolok serta ketidakadilan masih berlangsung terus. Jurang yang semakin melebar diantara golongan mampu dan yang miskin.

 

Semua ini mengisaratkan bahwa sebenarnya pendidikan dokter belum sejalan dengan tantangan yang ada, terutama karena ter fragmentasi, ketinggalan jaman, dan kurikulum yang bersifat statis yang menghasilkan lulusan yang kurang siap dengan berbagai kemampuan yang diharapkan. Masalah yang dihadapi seperti: ketidaksesuaian kemampuan dokter-dokter yang ada dengan berbagai kebutuhan yang sebenarnya yang sangat didambakan pasien dan masarakat.

 

Reformasi tiga generasi pendidikan menandai kemajuan selama abad terakhir. Reformasi generasi pertama diluncurkan pada awal abad ke-20, dengan tema mengajar kurikulum berbasis ilmu pengetahuan (science based). Sekitar pertengahan abad kemudian reformasi generasi kedua belajar berdasarkan masalah (problem based learning) diperkenalkan yang merupakan suatu inovasi dalam pembelajaran. Reformasi generasi ketiga yang berdasarkan sistim (system based reform) untuk memperbaiki kinerja sistim pelayanan kesehatan dengan cara mengadaptasi kompetensi profesional inti.

 

 

 

 

Dokter Bintang Lima.

Pada tahun 1994 Dr. Charles Boelen dari WHO menyampaikan konsep Dokter Bintang Lima yang dikatakannya sebagai profil ideal seorang dokter yang mempunyai bakat untuk melaksanakan berbagai layanan yang prima untuk memenuhi persaratan seperti relevansi, kualitas, dan efektif-biaya (cost-effective). Rangkaian kemampuan dokter bintang lima tersebut adalah:

1) Memberikan perawatan pasien (patient care),

2) Pengambil Keputusan (Decision Maker),

3) Komunikator,

4) Pemimpin mayarakat (Community Leader),

5) Manajer.

 

Sewaktu saya menjadi dekan FKUI (1996-2004) dan mempelajari five star doctor tersebut diatas, saya melihat masih ada yang kurang untuk pendidikan dokter di Indonesia, yaitu 2 tambahan kemampuan lagi yang seharusnya dimiliki oleh para dokter Indonesia. Dua tambahan kemampuan tersebut adalah yang keenam yaitu bahwa seorang dokter di Indonesia dan mungkin dimanapun, seharusnya mempunyai jiwa peneliti. Tidak perlu menjadi seorang peneliti, namun cukup berjiwa peneliti. Mudah-mudahan selama masa pendidikan dokternya (enam tahun) cukup waktu untuk seseorang calon dokter mempersiapkan dirinya untuk mempunyai jiwa peneliti setelah selesai dengan pendidikannya.

 

Kemampuan selanjutnya yang ke 7 yang sebenarnya merupakan hal yang sangat penting, kalau tidak malah yang terpenting, yaitu bahwa seorang dokter haruslah seorang yang beriman dan taqwa. Kemudian saya mengusulkan waktu itu, bahwa profil dokter Indonesia masa depan seyogyanya adalah seorang Dokter Bintang Tujuh, yaitu seorang dokter yang berpredikat tujuh bintang dan tidak hanya berbintang lima. Dalam buku biografi saya, kembali saya mengungkapkan hal ini dan buku biografinya saya beri judul “Meracik Dokter Bintang Tujuh, Dokter Masa Depan Indonesia”.

 

Halaman Berikut >>

 

 
         

 

 

Google


Web Search Site Search

  Copyright 2009 |   Yayasan Klinik Hati Prof. dr.H. Ali Sulaiman, Ph.D FACG   |   All Rights Reserved Login to the cms